Kalimatnya siy simple tapi gw yakin ga mudah nerapinnya dalam kehidupan. Bahagia tanpa alasan, mungkin kah?
Judul ini gw pilih karna saat ini gw ngerasain hal yg sebaliknya. Standar Bahagia dalam hidup gw penuh dengan "alasan-alasan".
Gw bahagia kalau hidup tanpa masalah, gw bahagia kalau dapet kerjaan "itu", gw bahagia kalau mapan di waktu muda, gw bahagia kalau nikah dengan "dia", dan masih banyak lagi syarat yang gw tentuin buat diri sendiri untuk sampai di kata "BAHAGIA".
Secara ga sadar, standar-standar itu membebani gw, saat satu persatu standar itu ga tercapai hidup gw terasa hancur. Secara ga sadar gw sedang menyulitkan diri sendiri.
Sepertinya Tuhan sedang berbicara, gw yakin Tuhan ga suka dengan standar-standar yang gw buat itu. Tuhan sepertinya sedang mengirimkan pesan bahwa bahagia itu mudah jadi buatlah rumus bahagia se-sederhana mungkin.
Yup, seharusnya bahagia itu simple. seharusnya bahagia itu semudah membalikan telapak tangan, harusnya bahagia bukanlah hal yang mahal. harusnya bahagia bukan monopoli orang-orang yang hidupnya mudah.
Sepertinya ini masalah hati, ini masalah seberapa dalam hati mu, seberapa luas hati mu, seberapa jernih hati mu untuk menciptakan "Bahagia".
Soo,,,tugas pertama saat ini bukan mencari bahagia, tapi bagaimana meluaskan hati ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar